Belanda Sukses Mengalahkan Portugal Pada Pertandingan Uji Coba

Belanda Sukses Mengalahkan Portugal Pada Pertandingan Uji Coba

Pertandingan uji coba di jeda internasional bulan Maret menghasilkan beberapa kejutan menarik. Mulai dari kalahnya Perancis di kandang sendiri saat menjamu Kolombia hingga kekalahan yang dialami Portugal saat melawan Belanda. Beberapa pertandingan menghasilkan kekecewaan seperti saat Meksiko berhadapan dengan Kroasia yang tanpa pemain – pemain bintang mereka ataupun Wales yang harus mengakui keunggulan Uruguay pada turnamen kecil di Tiongkok.

 

Belanda Sukses Menambah Daftar Kekalahan Yang Dialami Portugal

Pada pertandingan sebelumnya; Cristiano Ronaldo sukses membawa Portugal membalikkan keadaan dan menang 2 – 1 atas Mesir setelah sempat tertinggal 1 gol. Kekalahan akhirnya kembali menghampiri tim asuhan Fernando Santos pada pertandingan uji coba melawan Belanda yang berlangsung di Geneva, Swiss. Kekalahan tersebut juga diwarnai dengan kartu merah yang diterima Joao Cancelo yang menerima kartu kuning kedua di menit 16 babak kedua. Pertandingan tersebut juga diwarnai dengan suporter yang menerobos masuk ke dalam lapangan untuk menemui Ronaldo sebelum akhirnya diamankan oleh tim keamanan stadion. Penyerang Real Madrid tersebut kemudian segera ditarik keluar usai insiden suporter yang memasuki lapangan.

 

Belanda bangkit di pertandingan uji coba kedua bulan Maret ini setelah dikalahkan Inggris dengan skor tipis 1 – 0 di Amsterdam Arena. Tim asuhan Ronald Koeman menunjukkan karakter dan organisasi permainan yang lebih baik laga laga uji coba kedua melawan Portugal. Memphis Depay, Ryan Babel dan Virgil van Dijk masing – masing mencetak sebuah gol untuk mempersembahkan kemenangan 3 – 0 bagi Belanda. Belanda unggul terlebih dahulu ketika pertandingan memasuki menit ke-11 babak pertama. Kesalahan posisi Jose Fonte memungkinkan Depay mendahului bek tengah Portugal tersebut dalam menerima bola muntah di depan gawang. Gol tersebut diawali dengan serangan balik melalui umpan cerdik Davy Propper yang dapat diteruskan oleh Depay kepada Van Dijk yang muncul di sisi kanan. Usai gol tersebut; terjadi insiden yang memicu klaim penalti oleh pihak Portugal. Ronaldo terjatuh di dalam kotak penalti saat dihadang oleh Nathan Ake; namun tayangan ulang menunjukkan dengan jelas bahwa Ronaldo terjatuh setelah menendang permukaan lapangan dan bukan karena pelanggaran oleh Ake.

 

Dua gol lain yang berhasil dicetak Belanda pada pertandingan uji coba tersebut dihasilkan berkat assist Matthijs de Ligt. Pemain muda tersebut mengirimkan sebuah umpan silang akurat yang sukses dikonversi menjadi gol oleh Ryan Babel. Penyerang veteran tersebut mencetak gol di menit 32 untuk menggandakan keunggulan Belanda menjadi 2 – 0 melalui sebuah sundulan kepala. Kontribusi De Ligt dalam sebuah skema set piece kembali menghasilkan gol di menit kedua injury time babak pertama. Pemain bertahan tersebut sukses meneruskan bola tendangan bebas dengan sundulan kepala tepat pada posisi berdiri Van Dijk yang dengan mudah mencetak gol dari jarak dekat.

 

Belanda Sukses Mencoba Para Pemain Muda Sedangkan Portugal Wajib Melakukan Evaluasi

Seorang Ronald Koeman juga memanfaatkan pertandingan uji coba melawan Portugal untuk memberi kesempatan para pemain muda mengenakan seragam tim nasional Belanda. Selain Matthijs de Ligt yang tampil mengesankan; Koeman juga memberi kesempatan bagi Justin Kluivert yang masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua. Penyerang Ajax Amsterdam berusia 18 tahun tersebut merupakan putra penyerang legendaris Patrick Kluivert. Keberhasilan para pemain muda Belanda menang 3 – 0 tersebut memberi tugas serius bagi Portugal untuk segera melakukan evaluasi. Kekalahan tersebut merupakan kekalahan pertama pada pertandingan 2 x 45 menit yang dialami Portugal usai dikalahkan Swedia dengan skor 3 – 2 tahun lalu. Sebelum dikalahkan Belanda; Portugal juga sempat mengalami kekalahan di pertandingan semifinal Confederations Cup melawan Chile yang berakhir dengan adu tendangan penalti.

Kasus Judi Online Rasial Kembali Muncul Di Liga Serie A Italia

Kasus Judi Online Rasial Kembali Muncul Di Liga Serie A Italia

Rasisme ternyata masih menjadi masalah yang cukup serius di Liga Serie A Italia dalam judi online. Setelah sempat terjadi beberapa kasus pelecehan terkait rasialisme pada pemain yang merumput di Serie kasus serupa kembali terjadi pada diri seorang Sulley Muntari. Jika beberapa pemain berkulit hitam pernah mendapat perlakuan buruk berupa pelemparan pisang dan gesture menirukan monyet dari tifosi tim lawan; Muntari menerima perlakuan rasis berupa teriakan dan nyanyian yang berisi pesan rasis. Gelandang Pescara tersebut berusaha melakukan protes dengan meminta wasit Daniele Minelli untuk menindaklanjuti teriakan dan nyanyian rasis dari pendukung Cagliari yang ditujukan kepadanya. Muntai menunjuk kulitnya dan meminta wasit menghentikan pertandingan. Namun wasit Minelli justru memberikan kartu kuning pada mantan pemain internasional Ghana tersebut. Sebuah keputusan yang kemudian diikuti dengan aksi meninggalkan lapangan oleh seorang Sulley Muntari.

 

Muntari mengaku tersinggung dengan perlakuan tifosi Cagliari pada dirinya di pertandingan tersebut. Mantan gelandang Portsmouth dan AC Milan tersebut menyebut tindakan rasis para suporter Cagliari tersebut sebagai sebuah budaya yang buruk dan harus dihentikan. Pendapat Muntari tersebut didukung oleh seorang Alessandro Del Piero yang menjadi komentator pada siaran langsung pertandingan tersebut. Del Piero menyebut Muntari menanggapi aksi rasis tersebut dengan sangat baik dan telah melakukan tindakan yang tepat. Namun tindakan Muntari meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes tersebut menyebabkan timnya harus menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain saja.

 

Manajer Pescara Zdenek Zeman yang tengah perjuang menyelamatkan setiap poin dari pertandingan tersisa mengaku kecewa dengan respon wasit pada protes yang diajukan oleh Muntari. Di sisi lain Zeman menyebut Muntari seharusnya tidak meninggalkan lapangan dan menyebabkan timnya melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain. Zeman mengaku mendengar suporter Cagliari meneriakkan lagu rasis setiap kali Muntari menguasai bola yang menyebabkan pemainnya melakukan protes pada wasit. Sang manajer mangaku timnya masih berpeluang menyelamatkan poin dari pertandingan tersebut jika Muntari tidak meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes. Pescara akhirnya kalah dengan skor tipis 0 – 1 dan dipastikan akan mengalami degradasi ke Serie B setelah hanya mengumpulkan nilai 14 dari 34 pertandingan yang telah dijalani.

Agen Sbobet Juventus Lolos Ke Final Liga Champions Eropa

Agen Sbobet : Juventus Lolos Ke Final Liga Champions Eropa

berdasarkan pengamatan agen sbobet, Peluang Juventus untuk meraih tropi juara Liga Champions Eropa kini semakin terbuka setelah sukses mengalahkan AS Monaco di leg pertama babak semifinal . Juventus tampil luar biasa dan meraih kemenangan penting 2 – 0 di Monaco. Gianluigi Buffon, Dani Alves dan Gonzalo Higuain menjadi pahlawan kemenangan Juventus berkat kontribusi besar mereka bagi tim. Manajer Juventus Massimiliano Allegri menyebut Buffon sebagai penjaga gawang nomor satu setelah sukses menahan gempuran para pemain AS Monaco. Sang manajer juga memuji kinerja para pemain bertahan saat skor masih bertahan 0 – 0. Buffon sukses mengulang penampilan gemilang saat Juventus sukses menyingkirkan Barcelona. Sementara Dani Alves berkontribusi besar pada 2 gol yang dicetak oleh Gonzalo Higuain. Kombinasi kedua pemain itulah yang sukses membawa Juventus meraih kemenangan pada leg pertama.

 

Gonzalo Higuain sukses menghentikan paceklik gol yang ia alami di 7 pertandingan fase gugur Liga Champions Eropa dengan sebuah gol sederhana setelah menerima umpan Alves yang menggunakan tumit untuk membelokkan bola. Setelah memuji beberapa pemainnya; Allegri kemudian melontarkan kritik pada seorang Miralem Pjanic. Sang manajer menyebut pemainnya tersebut dapat menjadi salah satu dari 3 pemain tengah terbaik dunia dengan bakat yang ia miliki. Allegri menyebut Pjanic harus belajar bermain lebih tenang dan penuh percaya diri karena setiap kali sang pemain melakukan kesalahan maka kondisi mentalnya segera turun drastis.

 

Meski sukses meraih kemenangan 2 – 0 pada leg pertama di Monaco; namun Massimiliano Allegri enggan menyebut timnya berpeluang besar lolos ke final meski target lolos ke Cardiff yang ditetapkan pada bulan Agustus tahun lalu sudah nyaris dalam genggaman. Allegri mengakui bahwa tim asuhan Leonardo Jardim tetap memiliki peluang membalikkan keadaan pada leg kedua di Turin nanti. Ketangguhan AS Monaco di kandang lawan telah terbukti ketika mereka sukses mengkandaskan Borussia Dortmund. Di sisi lain; konsentrasi Juventus masih terpecah di 2 kompetisi lain. Meski gelar scudetto hampir pasti diraih; namun memaksimalkan hasil di kompetisi liga sepertinya tetap menjadi target Allegri. Sementara itu partai final Coppa Italia melawan Lazio juga telah menanti.