Juventus Permanenkan Benatia Dari Bayern Munchen

Juventus Permanenkan Benatia Dari Bayern Munchen

Dunia sepak bola memang selalu hadir dengan berbagai info terbarunya. Banyak sekali klub sepak bola yang ternama di dunia ini. Dan semuanya telah memiliki fans masing-masing yang akan mendukungnya saat bermain. Tentunya berkat berbagai dukungan dari fans mampu menumbuhkan rasa semangat dalam bermain sepak bola.

 

Kali ini berita seputar sepak bola akan menghadirkan informasi mengenai dipermanenkannya Benatia oleh Juventus. Betania ini di rekrut dari Bayern munich.  Betania pun juga menandatangani kontraknya dengan Juve hingga 30 Juni tahun 2020.

 

Benatia sengaja didatangkan dari Bayern dengan statusnya pinjaman selama musim panas pada tahun 15 Juli 2016. Penampilan dari Benatia memang mampu meyakinkan Juve untuk mengikatnya secara permanen. Melalui akun website resminya, terdapat informasi Juventus permanenkan Benatia. Mendhi Betania ini merupakan salah satu pemain yang berdarah Perancis.

 

Tentunya berkat Juventu permanenkan Benatia ini, Mendhi Betania merasa senang sekali dengan keputusan yang diambil oleh Juve. Juventus permanenkan Betania ini memang harus membayar sejumlah uang sebesar 17 juta euro yang mana etara dengan 247 milyar kepada Bayern yang mana bakalan dibayarkan selama dua tahun.

 

Konon Benatia pun juga sudah tampil sebanyak 20 liga bersama dengan Juve dengan totalnya 1096 menit. Ia pun juga mampu mencetak sebanyak satu gol secara krusial yakni ke gawang AC Milan, dengan kemenangannya 2-1 yang telah diraih oleh La Vecchia Signora pada bulan Maret. Sebelumnya Betania di Juventus memang statusnya masih sebagai pemain pinjaman dari kampiun serie A Italia.

 

Pemain yang berumur 30 tahun tersebut mengaku merasa senang dan juga nyaman saat berada di Turin.ia pun berharap memiliki banyak fans saat ia bermain. Sejak ia datang ia berencana untuk tetap bertahan bahkan tidak ingin pulang ke Bayern maupun pergi kemanapun.

 

Kesepakatan di Permanenkannya Benatia oleh Juventus

Ia berharap memiliki kesempatan banyak untuk bermain sebab tidak ada gelaran piala Afrika. Sekarang ini Timnas Maroko pun akan merasakan Scudetto pertamanya bersama dengan Juventus jika timnya tidak menelan kekalahan ketika bertemu klub lamanya. Juventus permanenkan Benatia ini memang langkah yang paling tepat terlebih lagi ia sudah betah dan tidak ingin kembali ke Bayern amupun pergi kemanapun.

 

Peluang ini pantas dimanfaatkan oleh Juventus untuk menggaetnya menjadi permanen. Meskipun tidak memiliki banyak kontribusi di skuat inti Juve, namun pihak klub merasa cukup puas dengan performa pemain yang berasal dari Maroko ini. Yang pada akhirnya Juventus permanenkan Benatia dan memberikan kontrak kepada nya selama 3 tahun lamanya.

 

Tentunya keputusan Juve untuk mempermanenkan status Benatia ini berkat kemampuannya saat bermain pada beberapa posisi yang berada di sektor belakang. Betania pun juga bisa bermain pada posisi bek tengah dalam strategi empat bek bahkan ia pun juga bisa menjadi ban serep yang begitu kuat untuk duet bek Juve. Berkat itulah Juve memutuskan menggaet Benatia demi kemajuan tim nya. Meskipun harus membayar banyak uang namun berkat permainan yang cukup bagus oleh Benatia ini membuat Juve bersemangat untuk mempermanenkannya.

 

Dunia sepak bola memang selalu hadir dengan berita terbarunya seperti halnya Juventus ini yang mempermanenkan Benatia berkat permainannya yang begitu bagus. Benatia pun bersi kukuh tidak akan kembali lagi ke Bayern dan bahkan ia tidak akan beralih ke klub yang lainnya.

Beberapa Klub Tengah Berusaha Mempertahankan Pemain Bintang Mereka

Beberapa Klub Tengah Berusaha Mempertahankan Pemain Bintang Mereka

Mempertahankan pemain penting menjelang berakhirnya musim kompetisi merupakan tugas berat bagi pihak klub. Tawaran menarik berupa uang transfer dalam jumlah besar seringkali mempengaruhi keputusan pengelola klub ketika ada klub lain yang ingin membeli pemain bintang mereka. Situasi tersebut tengah dialami oleh beberapa klub yang memiliki pemain dengan penampilan menonjol di sepanjang musim ini. Kubu Everton telah mengumumkan perpanjangan kontrak seorang Seamus Coleman yang akan mengikat full back Republik Irlandia tersebut di Goodison Park hingga tahun 2022 mendatang. Coleman kini tengah menjalani proses penyembuhan patah tulang ganda di kaki kanan yang ia alami saat membela Republik Irlandia pada bulan Maret lalu. Kontrak baru selama 5 tahun telah disepakati oleh kedua belah pihak dan secara tidak langsung telah menggagalkan upaya klub – klub lain untuk merekrut Coleman di bursa transfer musim panas mendatang.

 

Sementara itu kubu Torino dikabarkan ingin mempertahankan seorang Andrea Belotti yang tampil sangat mengesankan di sepanjang musim ini. Penyerang internasional Italia tersebut telah mencetak 25 gol di 31 pertandingan Liga Serie A musim ini. Presiden klub Torino Urbano Cairo mengeluarkan pernyataan tersebut setelah pihak Manchester United secara resmi mengajukan tawaran membeli seorang Andrea Belotti. Jose Mourinho dikabarkan ingin mendatangkan 2 pemain depan di bursa transfer musim panas nanti. Penyerang Atletico Madrid Antoine Griezmann dikabarkan menjadi target utama Manchester United; namun Belotti yang masih berusia 23 tahun dikabarkan juga sangat diinginkan oleh seorang Jose Mourinho.

 

Resiko kehilangan seorang Antoine Griezmann sepertinya telah disadari oleh pihak manajemen klub Atletico Madrid. Nama seorang Alexandre Lacazette disebut – sebut menjadi target Atletico Madrid jika memang harus kehilangan seorang Griezmann. Presiden klub Lyon Jean-Michel Aulas mengakui kubu Atletico Madrid sangat menginginkan penyerang Perancis yang telah mencetak 24 gol di kompetisi Ligue 1 musim ini tersebut. Aulas dikabarkan tengah melakukan pembicaraan terkait masa depan Lacazette di Layon dan mengakui kubu Atletico Madrid telah berusaha mendapatkan penyerang 26 tahun tersebut sejak 2 musim lalu. Lacazette disebut – sebut tertarik untuk bergabung dengan Atletico Madrid yang telah mengajukan penawaran sebesar 40 juta Euro.

Kasus Judi Online Rasial Kembali Muncul Di Liga Serie A Italia

Kasus Judi Online Rasial Kembali Muncul Di Liga Serie A Italia

Rasisme ternyata masih menjadi masalah yang cukup serius di Liga Serie A Italia dalam judi online. Setelah sempat terjadi beberapa kasus pelecehan terkait rasialisme pada pemain yang merumput di Serie kasus serupa kembali terjadi pada diri seorang Sulley Muntari. Jika beberapa pemain berkulit hitam pernah mendapat perlakuan buruk berupa pelemparan pisang dan gesture menirukan monyet dari tifosi tim lawan; Muntari menerima perlakuan rasis berupa teriakan dan nyanyian yang berisi pesan rasis. Gelandang Pescara tersebut berusaha melakukan protes dengan meminta wasit Daniele Minelli untuk menindaklanjuti teriakan dan nyanyian rasis dari pendukung Cagliari yang ditujukan kepadanya. Muntai menunjuk kulitnya dan meminta wasit menghentikan pertandingan. Namun wasit Minelli justru memberikan kartu kuning pada mantan pemain internasional Ghana tersebut. Sebuah keputusan yang kemudian diikuti dengan aksi meninggalkan lapangan oleh seorang Sulley Muntari.

 

Muntari mengaku tersinggung dengan perlakuan tifosi Cagliari pada dirinya di pertandingan tersebut. Mantan gelandang Portsmouth dan AC Milan tersebut menyebut tindakan rasis para suporter Cagliari tersebut sebagai sebuah budaya yang buruk dan harus dihentikan. Pendapat Muntari tersebut didukung oleh seorang Alessandro Del Piero yang menjadi komentator pada siaran langsung pertandingan tersebut. Del Piero menyebut Muntari menanggapi aksi rasis tersebut dengan sangat baik dan telah melakukan tindakan yang tepat. Namun tindakan Muntari meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes tersebut menyebabkan timnya harus menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain saja.

 

Manajer Pescara Zdenek Zeman yang tengah perjuang menyelamatkan setiap poin dari pertandingan tersisa mengaku kecewa dengan respon wasit pada protes yang diajukan oleh Muntari. Di sisi lain Zeman menyebut Muntari seharusnya tidak meninggalkan lapangan dan menyebabkan timnya melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain. Zeman mengaku mendengar suporter Cagliari meneriakkan lagu rasis setiap kali Muntari menguasai bola yang menyebabkan pemainnya melakukan protes pada wasit. Sang manajer mangaku timnya masih berpeluang menyelamatkan poin dari pertandingan tersebut jika Muntari tidak meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes. Pescara akhirnya kalah dengan skor tipis 0 – 1 dan dipastikan akan mengalami degradasi ke Serie B setelah hanya mengumpulkan nilai 14 dari 34 pertandingan yang telah dijalani.

Agen Sbobet Juventus Lolos Ke Final Liga Champions Eropa

Agen Sbobet : Juventus Lolos Ke Final Liga Champions Eropa

berdasarkan pengamatan agen sbobet, Peluang Juventus untuk meraih tropi juara Liga Champions Eropa kini semakin terbuka setelah sukses mengalahkan AS Monaco di leg pertama babak semifinal . Juventus tampil luar biasa dan meraih kemenangan penting 2 – 0 di Monaco. Gianluigi Buffon, Dani Alves dan Gonzalo Higuain menjadi pahlawan kemenangan Juventus berkat kontribusi besar mereka bagi tim. Manajer Juventus Massimiliano Allegri menyebut Buffon sebagai penjaga gawang nomor satu setelah sukses menahan gempuran para pemain AS Monaco. Sang manajer juga memuji kinerja para pemain bertahan saat skor masih bertahan 0 – 0. Buffon sukses mengulang penampilan gemilang saat Juventus sukses menyingkirkan Barcelona. Sementara Dani Alves berkontribusi besar pada 2 gol yang dicetak oleh Gonzalo Higuain. Kombinasi kedua pemain itulah yang sukses membawa Juventus meraih kemenangan pada leg pertama.

 

Gonzalo Higuain sukses menghentikan paceklik gol yang ia alami di 7 pertandingan fase gugur Liga Champions Eropa dengan sebuah gol sederhana setelah menerima umpan Alves yang menggunakan tumit untuk membelokkan bola. Setelah memuji beberapa pemainnya; Allegri kemudian melontarkan kritik pada seorang Miralem Pjanic. Sang manajer menyebut pemainnya tersebut dapat menjadi salah satu dari 3 pemain tengah terbaik dunia dengan bakat yang ia miliki. Allegri menyebut Pjanic harus belajar bermain lebih tenang dan penuh percaya diri karena setiap kali sang pemain melakukan kesalahan maka kondisi mentalnya segera turun drastis.

 

Meski sukses meraih kemenangan 2 – 0 pada leg pertama di Monaco; namun Massimiliano Allegri enggan menyebut timnya berpeluang besar lolos ke final meski target lolos ke Cardiff yang ditetapkan pada bulan Agustus tahun lalu sudah nyaris dalam genggaman. Allegri mengakui bahwa tim asuhan Leonardo Jardim tetap memiliki peluang membalikkan keadaan pada leg kedua di Turin nanti. Ketangguhan AS Monaco di kandang lawan telah terbukti ketika mereka sukses mengkandaskan Borussia Dortmund. Di sisi lain; konsentrasi Juventus masih terpecah di 2 kompetisi lain. Meski gelar scudetto hampir pasti diraih; namun memaksimalkan hasil di kompetisi liga sepertinya tetap menjadi target Allegri. Sementara itu partai final Coppa Italia melawan Lazio juga telah menanti.