Melonjaknya Penerbangan Pesawat Cina Airbus Dan Boing Di Berbagai Negara

Melonjaknya Penerbangan Pesawat Cina Airbus Dan Boing Di Berbagai Negara

Selama beberapa dekade, persaingan antara industri penerbangan telah menjadi persaingan sengit antara Boeing dan Airbus, yang mewakili kekuatan Eropa dan Amerika. Kisah turnamen baru-baru ini telah berakhir dengan China sebagai titik awal. C919, pesawat buatan Tiongkok, diterbangkan ke Bandara Internasional Pudong, Shanghai, Tiongkok. 14.00 WIB dan C919 berhasil dikirimkan. C919 bersaing langsung dengan pesawat Airbus A320 dan Boeing 737.

Pesawat tersebut dioperasikan oleh perusahaan milik negara bernama China Commerce Aircraft Corporation, atau Comac. Comac didirikan pada tahun 2008 untuk mengembangkan pesawat yang dapat digunakan di pasar Cina dan internasional. Padahal, China bercita-cita memiliki Boeing dan Airbus yang beroperasi sejak 1970-an.

Menyediakan Rencana Program Penerbangan

Melonjaknya Penerbangan Pesawat Cina Airbus Dan Boing Di Berbagai Negara

George Ferguson, seorang analis di Bloomberg Intelligence, mengatakan pemerintah China telah menghabiskan 7 miliar untuk mendukung rencana mendukung program penerbangan. “Kadang-kadang, pemerintah akan memberi tahu maskapai, ‘Anda harus membeli ini (C919).

Selama implementasi C919, China tidak sendiri. Comac masih membutuhkan bantuan teknis dari perusahaan lain, terutama di Amerika Serikat dan Eropa. Bloomberg menulis bahwa C919 dibuat dengan menggunakan mitra perusahaan asing lainnya seperti General Electric, Safran SA, dan Honeywell International.

Secara rinci, bagian lain dari C919 yang ditawarkan oleh perusahaan ini di AS dan Eropa meliputi: Parker Aerospace, yang menyediakan peralatan sistem bahan bakar, peralatan listrik dan suku cadang pesawat, dan Liebherr Aerospace, yang menyediakan peralatan, UTC, pemasok peralatan, dan Sistem proteksi Kebakaran dan Darurat di dalam, Honeywell, yang menyediakan sistem kendali pesawat, roda, rem dan sistem kemudi, menyediakan sistem kontrol dan menyediakan komponen General Electric untuk sistem pemotongan pesawat.

Proses Dikembangkan Pesawat Airbus Dan Boeing

Apa yang dilakukan Comac telah menjadi hal biasa dalam industri penerbangan karena tidak ada seratus persen industri penerbangan negara yang berdiri sendiri. Airbus dan Boeing mengambil langkah serupa. Berbagai pengiriman harus dipesan dari beberapa negara termasuk Indonesia. Di Indonesia, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) merupakan bagian dari armada Airbus dan Boeing.

Bagian depan Airbus A380 sebagai bagian dari pesawat dikembangkan oleh PTDI. PTDI juga memproduksi suku cadang kulit, yang merupakan suku cadang asli Boeing 747-8. El Jose Fuentes, majalah berjudul “Perusahaan China mencoba menerbangkan Airbus-Boeing, saya akan menang?. Sepertinya C919 akan sama / sempit / sempit / satu arah.

Di segmen ini, C919 bersaing di pasar komersial yang diisi oleh Tupolev TU-204 dari Rusia, Airbus A321, A319, A318, A320 dari Eropa dan Boeing 757, 737-900, 737-800, 737-700, 737 -700 dari Amerika Serikat. Juga di pasaran, ada beberapa pesawat yang sedang dalam proses pembuatan, termasuk: Irkut MS21 dari Rusia, CS300 dan CS100 dari Bombardier Kanada, dan A30X dan A320 NEO dari Airbus.

Penerbangan Mengalami Pertumbuhan Yang Sangat Besar

Selain C919, ada juga ACAC ARJ21, pesawat lain di pasar regional dengan pesawat yang lebih kecil, yang juga diproduksi oleh COMAC. Di segmen pasar ini, ARJ21 umumnya akan bersaing dengan pesawat Bombardier dari Kanada, beberapa pesawat Embraer dari Brazil, dan pesawat Mitsubishi dari Jepang yang keduanya sedang berkembang.

Menyelesaikan C919 bagus untuk China. “Pesawat C919 ini akan menjadi Transformer untuk industri penerbangan China,” kata Corinne Papua New Guinea, kepala eksekutif Crucial Perspective, sebuah perusahaan riset pasar. 4.000. Selain itu, menurut Boeing, pasar penerbangan China akan mencapai $ 1,025 triliun.

Harga tersebut berasal dari permintaan pesawat di pasar China yang menurut Boeing akan membutuhkan sekitar 6.810 unit pesawat. Selain itu, lalu lintas penumpang di China akan meningkat 6,4 persen dari tahun ke tahun selama 20 tahun ke depan. Alih-alih memberi Boeing atau Airbus barang-barang mewah di pasar penerbangan China, tentu saja yang terjadi justru sebaliknya. C919 juga memiliki kemampuan untuk diuji di pasar global. Statista mencatat bahwa industri penerbangan global sedang mengalami pertumbuhan yang sangat besar. Pada 2016, ada 36,

Spread the love