Pesawat Tempur Terbaik Di Indonesi

Pesawat Tempur Terbaik Di Indonesia

Pesawat militer Indonesia dioperasikan oleh PT Dirgantara Indonesia (DI). Destroyer adalah bagian dari tim pengembangan. Ia berencana terbang dari Indonesia-Korea ke Korea pada tahun 2022.

Pesawat tersebut akan disebut Uji Dam Korea dan Uji Bendungan Indonesia (KFX dan IFX). Perkembangan pesawat dari kedua negara tersebut mantap sejak tahun 2010. Diketahui, pesawat tempur PT DI bangga menjadi Indonesia, negara pertama di Asia Tenggara yang mengabdi pada pasukannya. Dalam teknologi penerbangan, Indonesia dianggap sebagai satu-satunya negara di Asia Tenggara yang mengoperasikan pesawat sendiri. Meskipun perlu kita perhatikan bahwa pangsa pasarnya lebih rendah dari Brazil, yang menciptakan EMBRAER dan menjualnya ke seluruh dunia.

Negara Memantau Pesawat Indonesia

Pesawat Tempur Terbaik Di Indonesi

Lebih dari setahun lalu, sejumlah negara memantau pesawat Indonesia. Misalnya Malaysia, Pakistan, UEA, Filipina, Korea Utara dan negara lain yang berminat membeli pesawat militer Bandung. Misalnya, CN-235 diharapkan memperoleh pangsa pasar yang signifikan di tahun-tahun mendatang. Malaysia telah memesan empat pesawat untuk menambah jumlah pesawat CN-235 yang ada.

Budiwuraskitosarana, Direktur Dirgantara Indonesia, memiliki badan pemerintah (BUMN) yang menurutnya dapat memimpin operasi militer, seperti T-50 Golden Eagle oleh Korea Selatan dan Amerika Serikat. Senjata.

Dirgantara Indonesia ahli dalam mendesain pesawat berkecepatan tinggi seperti CN-235. Selain itu, Banduung memiliki kantor, pabrik, konferensi, staf, dan lainnya. Di sisi lain, Korea Selatan mampu menghasilkan kecepatan tinggi atau kecepatan tinggi (mach 1) untuk T-50 Golden Eagle. Budi juga mencontohkan pengembangan dan pengembangan jenis pesawat yang disediakan Korea Selatan masih baru bagi militer, karena pesawat lain seperti drone juga sudah dikembangkan. , Tidak termasuk dalam program.

Aeto Harap Juga T-50i

Model Angkatan Udara Korea (KAI) mirip dengan F-16 Fighting Falcon. Pesawat yang dibeli pada 2014 akan digunakan sebagai pesawat latih, bukan F-16. Pesawat berkecepatan tinggi dan berbagai macam senjata.

Pesawat bisa terbang dengan kecepatan hingga 1.600 kilometer per jam. Gambar terlihat kecil, panjang 43 kaki, 31 kaki dan 16 kaki. T-50i dapat membawa hingga, 500 hingga 10.500 butir amunisi. Ini juga termasuk senapan segitiga yang dapat menembak hingga 2000 kali per menit dengan berbagai senjata dan rudal.

 

Baca Juga : Pembuatan Pesawat Asal Indonesia 

 

Super Tocano Juga EMP-314

Secara keseluruhan, T-50 merupakan kelas pekerja dengan tinggi 12,98 meter dan tinggi 4,78 mete. Dilengkapi dengan turbofan 1 × General Electric F404, pesawat dapat membawa lebih dari satu suara (1 mach) dan dapat terbang dengan kecepatan hingga 48.000. T-50 Golden Eagle dapat digunakan untuk berbagai keperluan, seperti AC seperti AIM-9 Sidewinder, air-to-ground: 6 × AGM-65 Maverick, amunisi: 5, CBU-58, 9 × Mk 82, 3 × Mk 83 / MK 84 dan 9 × Mk 20. Amunisi: 1 × M61A1 Vulcan 20 mm pengumpul pistol dan misil: LAU-3/68. Saat ini terdapat 16 Eagle T-50 di Indonesia, pertama dijual pada 2013, dan dua terakhir tiba pada 25 Januari 2014.

Ia melihat kesepakatan tentang perkembangan konflik sebagai peluang untuk dicapai pada 2014 setelah pemerintah Korea Selatan meluncurkan peta jalan. Pemerintah Korea Selatan sedang menunggu persetujuan parlemen tentang proyek percontohan. Meski Indonesia sudah mengembangkan jet tempurnya sendiri, Indonesia perlu bersiap dengan mendatangkan jet tempur untuk mendukung industri pesawat terbang (Alutsista). Padahal sebagian pesawat yang digunakan TNI adalah anak-anak yang dioperasikan di negeri ini.

 

Spread the love