Kasus Judi Online Rasial Kembali Muncul Di Liga Serie A Italia

Kasus Judi Online Rasial Kembali Muncul Di Liga Serie A Italia

Rasisme ternyata masih menjadi masalah yang cukup serius di Liga Serie A Italia dalam judi online. Setelah sempat terjadi beberapa kasus pelecehan terkait rasialisme pada pemain yang merumput di Serie kasus serupa kembali terjadi pada diri seorang Sulley Muntari. Jika beberapa pemain berkulit hitam pernah mendapat perlakuan buruk berupa pelemparan pisang dan gesture menirukan monyet dari tifosi tim lawan; Muntari menerima perlakuan rasis berupa teriakan dan nyanyian yang berisi pesan rasis. Gelandang Pescara tersebut berusaha melakukan protes dengan meminta wasit Daniele Minelli untuk menindaklanjuti teriakan dan nyanyian rasis dari pendukung Cagliari yang ditujukan kepadanya. Muntai menunjuk kulitnya dan meminta wasit menghentikan pertandingan. Namun wasit Minelli justru memberikan kartu kuning pada mantan pemain internasional Ghana tersebut. Sebuah keputusan yang kemudian diikuti dengan aksi meninggalkan lapangan oleh seorang Sulley Muntari.

 

Muntari mengaku tersinggung dengan perlakuan tifosi Cagliari pada dirinya di pertandingan tersebut. Mantan gelandang Portsmouth dan AC Milan tersebut menyebut tindakan rasis para suporter Cagliari tersebut sebagai sebuah budaya yang buruk dan harus dihentikan. Pendapat Muntari tersebut didukung oleh seorang Alessandro Del Piero yang menjadi komentator pada siaran langsung pertandingan tersebut. Del Piero menyebut Muntari menanggapi aksi rasis tersebut dengan sangat baik dan telah melakukan tindakan yang tepat. Namun tindakan Muntari meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes tersebut menyebabkan timnya harus menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain saja.

 

Manajer Pescara Zdenek Zeman yang tengah perjuang menyelamatkan setiap poin dari pertandingan tersisa mengaku kecewa dengan respon wasit pada protes yang diajukan oleh Muntari. Di sisi lain Zeman menyebut Muntari seharusnya tidak meninggalkan lapangan dan menyebabkan timnya melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain. Zeman mengaku mendengar suporter Cagliari meneriakkan lagu rasis setiap kali Muntari menguasai bola yang menyebabkan pemainnya melakukan protes pada wasit. Sang manajer mangaku timnya masih berpeluang menyelamatkan poin dari pertandingan tersebut jika Muntari tidak meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes. Pescara akhirnya kalah dengan skor tipis 0 – 1 dan dipastikan akan mengalami degradasi ke Serie B setelah hanya mengumpulkan nilai 14 dari 34 pertandingan yang telah dijalani.

Agen Sbobet Juventus Lolos Ke Final Liga Champions Eropa

Agen Sbobet : Juventus Lolos Ke Final Liga Champions Eropa

berdasarkan pengamatan agen sbobet, Peluang Juventus untuk meraih tropi juara Liga Champions Eropa kini semakin terbuka setelah sukses mengalahkan AS Monaco di leg pertama babak semifinal . Juventus tampil luar biasa dan meraih kemenangan penting 2 – 0 di Monaco. Gianluigi Buffon, Dani Alves dan Gonzalo Higuain menjadi pahlawan kemenangan Juventus berkat kontribusi besar mereka bagi tim. Manajer Juventus Massimiliano Allegri menyebut Buffon sebagai penjaga gawang nomor satu setelah sukses menahan gempuran para pemain AS Monaco. Sang manajer juga memuji kinerja para pemain bertahan saat skor masih bertahan 0 – 0. Buffon sukses mengulang penampilan gemilang saat Juventus sukses menyingkirkan Barcelona. Sementara Dani Alves berkontribusi besar pada 2 gol yang dicetak oleh Gonzalo Higuain. Kombinasi kedua pemain itulah yang sukses membawa Juventus meraih kemenangan pada leg pertama.

 

Gonzalo Higuain sukses menghentikan paceklik gol yang ia alami di 7 pertandingan fase gugur Liga Champions Eropa dengan sebuah gol sederhana setelah menerima umpan Alves yang menggunakan tumit untuk membelokkan bola. Setelah memuji beberapa pemainnya; Allegri kemudian melontarkan kritik pada seorang Miralem Pjanic. Sang manajer menyebut pemainnya tersebut dapat menjadi salah satu dari 3 pemain tengah terbaik dunia dengan bakat yang ia miliki. Allegri menyebut Pjanic harus belajar bermain lebih tenang dan penuh percaya diri karena setiap kali sang pemain melakukan kesalahan maka kondisi mentalnya segera turun drastis.

 

Meski sukses meraih kemenangan 2 – 0 pada leg pertama di Monaco; namun Massimiliano Allegri enggan menyebut timnya berpeluang besar lolos ke final meski target lolos ke Cardiff yang ditetapkan pada bulan Agustus tahun lalu sudah nyaris dalam genggaman. Allegri mengakui bahwa tim asuhan Leonardo Jardim tetap memiliki peluang membalikkan keadaan pada leg kedua di Turin nanti. Ketangguhan AS Monaco di kandang lawan telah terbukti ketika mereka sukses mengkandaskan Borussia Dortmund. Di sisi lain; konsentrasi Juventus masih terpecah di 2 kompetisi lain. Meski gelar scudetto hampir pasti diraih; namun memaksimalkan hasil di kompetisi liga sepertinya tetap menjadi target Allegri. Sementara itu partai final Coppa Italia melawan Lazio juga telah menanti.